Implementasi Bridging Exercise Terhadap Keseimbangan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.546Keywords:
Stroke, Otak, Otot Punggung, Berjalan, Posisi DudukAbstract
Pendahuluan: Stroke merupakan gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah. Salah satu gangguan pada pasien stroke adalah hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh sehingga menyebabkan pasien stroke mengalami gangguan mobilitas fisik. Hal ini mengakibatkan pasien stroke sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti duduk, berdiri dan berjalan. Bridging Exercise merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Bridging Exercise adalah latihan untuk penguatan otot terutama pada otot gluteus, hip dan punggung bawah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan intervensi keperawatan Bridging Exercise untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah 1 orang pasien dan proses asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari. Hasil: Implementasi yang diberikan selama tiga hari didapatkan evaluasi terjadi peningkatan keseimbangan tubuh setelah dilakukan intervensi keperawatan Bridging Exercise yang diukur dengan Berg Balance Scale. Kesimpulan: Bridging Exercise dapat dilakukan sebagai salah satu pilihan intervensi keperawatan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.




