Hubungan Intensitas Ekspresi Diri Dengan Tingkat Stres Dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Sarjana Keperawatan ITSK RS. dr. Soepraoen Kesdam V/BRW
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.550Keywords:
Intensitas Ekspresi Diri, Stres, Kepercayaan Diri, Mahasiswa KeperawatanAbstract
Perkembangan media sosial di era digital telah memengaruhi cara mahasiswa mengekspresikan diri, khususnya melalui unggahan foto dan video. Intensitas ekspresi diri yang tinggi dapat berdampak pada kondisi psikologis, seperti tingkat stres dan kepercayaan diri, terutama pada mahasiswa keperawatan yang menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas ekspresi diri terhadap tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Kota Malang.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 mahasiswa aktif semester I–VII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Intensitas ekspresi diri diukur menggunakan Selfie Behaviour Scale (SBS), tingkat stres menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), dan kepercayaan diri menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki Intensitas ekspresi diri kategori sedang (53,8%), diikuti kategori rendah (32,4%) dan tinggi (13,8%). Tingkat stres mayoritas berada pada kategori stres berat (53,5%) dan stres cukup berat (40,0%). Sebagian besar responden memiliki kepercayaan diri kategori sedang (83,0%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas ekspresi diri dengan tingkat stres (r = −0,155; p = 0,010) dan kepercayaan diri (r = −0,284; p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas ekspresi diri berhubungan signifikan dengan tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa keperawatan.




