Hubungan Asupan Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.551Keywords:
Asupan Makanan, Stunting, BalitaAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya stunting adalah asupan makanan yang tidak adekuat, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Penelusuran artikel ilmiah dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Science Direct pada rentang tahun 2015–2020. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kritis dan disintesis secara naratif untuk mengidentifikasi hubungan asupan makanan dengan kejadian stunting. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menemukan adanya hubungan antara asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita. Asupan protein dan zat gizi mikro, seperti zat besi, seng, dan vitamin A, berperan lebih signifikan dibandingkan asupan energi total. Selain itu, pemberian ASI eksklusif, keragaman pangan, dan pola asuh makan yang baik berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting. Perbedaan temuan antarpenelitian dipengaruhi oleh karakteristik subjek, kondisi sosial ekonomi, dan metode pengukuran asupan gizi. Dapat disimpulkan bahwa kualitas asupan makanan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan kualitas gizi, edukasi gizi keluarga, serta optimalisasi pemenuhan gizi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.




