Hubungan Posisi Duduk Dengan Kejadian Shoulder Pain Pada Pekerja Wanita Di Pabrik Rokok Trubus Alami
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.553Keywords:
Shoulder Pain, Posisi Duduk, Ergonomi, Pekerja Wanita, Keperawatan KerjaAbstract
Latar belakang: Shoulder pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja industri, khususnya pekerja wanita yang melakukan pekerjaan dengan posisi duduk dalam waktu lama dan bersifat repetitif. Posisi duduk yang tidak ergonomis dapat meningkatkan beban pada otot dan sendi bahu sehingga berisiko menimbulkan keluhan nyeri bahu. Penelitian ini memberikan fokus baru dengan menilai secara spesifik pengaruh posisi duduk terhadap kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok, berbeda dari studi sebelumnya yang menilai keluhan muskuloskeletal secara umum atau di populasi industri lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi duduk dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita di pabrik rokok. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pekerja wanita pabrik rokok yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner lembar kuisioner posisi duduk (modifikasi RULA dan REBA), serta instrumen Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) untuk mengukur kejadian nyeri bahu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja dengan posisi duduk tidak ergonomis dan mengalami shoulder pain. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok (p-value = 0,004). Kesimpulan: Posisi duduk berhubungan secara signifikan dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok. Penerapan prinsip ergonomi pada posisi duduk kerja diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan untuk menurunkan risiko shoulder pain pada pekerja industri.




