Perbedaan Pengaruh Functional Task Training Dan Dual Task Training Terhadap Keseimbangan Dinamis Lansia
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.556Keywords:
Lansia, Keseimbangan Dinamis, Functional Task Training, Dual Task Training, Time Up and Go TestAbstract
Latar Belakang : Penurunan keseimbangan dinamis pada lansia merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kemandirian fungsional. Hasil studi pendahuluan di daycare lansia ‘Aisyiyah Condongcatur menunjukkan proporsi lansia dengan gangguan keseimbangan dinamis dan riwayat jatuh yang cukup tinggi, sehingga diperlukan intervensi latihan yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh Functional Task Training (FTT) dan Dual Task Training (DTT) terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode : Quasi experimental dengan desain pre-test dan post-test two group design. Subjek penelitian berjumlah 30 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dibagi menjadi kelompok FTT dan DTT yang masing – masing 15 orang. Keseimbangan dinamis diukur menggunakan Time Up and Go Test (TUGT) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Analisis data menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perubahan dalam masing – masing kelompok dan uji independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keseimbangan dinamis yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi dan terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok FTT dan DTT yaitu kelompok DTT menunjukkan peningkatan keseimbangan dinamis yang lebih besar. Kesimpulan : Dual Task Training lebih efektif dibandingkan Functional Task Training dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi latihan untuk menurunkan risiko jatuh dan mempertahankan kemandirian fungsional lansia.




