Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.562Keywords:
Hipertensi, Kolesterol, Kualitas Hidup, Lansia, Tekanan DarahAbstract
Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.




