Status Gizi Ibu Hamil Sebagai Prediktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Nakeng

Authors

  • Endang Puji Ati Universitas Muhammadiyah Manado
  • Ekawaty Lutfia Haksari Universitas Gadjah Mada
  • Dewi Rokhanawati Universitas Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.574

Keywords:

Stunting, Gizi Maternal, Status Gizi Ibu Hamil

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan suatu kondisi status gizi kurang yang bersifat kronik yang disebabkan oleh gizi yang tidak adekuat sejak masa kehamilan sampai dengan anak berusia 2-5 tahun. Stunting tidak hanya menekankan tinggi badan yang kurang berdasarkan umur anak, melainkan alarm akan krisis nutrisi yang mengancam masa depan anak dikemudian hari. Tujuan: Mengetahui bagaimana korelasi  status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode Penelitian: Studi case control melibatkan 152 ibu, 76 balita stunting dan 76 balita normal  dengan menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional untuk membedah faktor-faktor risiko stunting. Hasil: Berdasarkan enam variabel yang diteliti diantaranya status gizi ibu hamil, usia, pendidikan, pekerjaan, tinggi badan, dan paritas, status gizi ibu terbukti dengan menjadi salah satu prediktor terhadap kejadian stunting dengan nilai p-value 0,001, OR 3,854 (CI 1,754-8,469). Sehingga, Ibu hamil dengan gizi kurang selama kehamilan memiliki risiko 4 kali lebih tinggi melahirkan balita stunting dibandingkan ibu dengan status gizi baik. Kesimpulan: penelitian ini menemukan bahwa status gizi ibu hamil menjadi salah satu prediktor stunting pada balita.  

Published

2025-12-31

How to Cite

Ati, E. P., Ekawaty Lutfia Haksari, & Dewi Rokhanawati. (2025). Status Gizi Ibu Hamil Sebagai Prediktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Nakeng. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 3064–3070. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.574

Issue

Section

Articles