Efektifitas Pemberian Kombinasi Sari Kacang Hijau Dan Kurma (SARKUMA) Terhadap Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.578Keywords:
Kacang Hijau, Kurma, Kadar Hemoglobin (Hb) Ibu HamilAbstract
Kejadian anemia pada ibu hamil cenderung meningkat. Dari tahun 2013 hingga 2018, kejadian anemia meningkat lebih dari 40%. Anemia tidak hanya mempengaruhi ibu tetapi juga janin dalam kandungan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan Tablet Suplemen Zat Besi (TTD), namun hal ini masih menghadapi kendala, diantaranya sebagian ibu hamil enggan mengonsumsi TTD sesuai kebutuhan karena efek samping yang dirasakan. Pemenuhan kebutuhan zat besi dapat dilakukan melalui konsumsi bahan pangan yang kaya akan zat gizi yang berperan dalam proses pembentukan hemoglobin. Salah satu sumber pangan yang mengandung zat besi serta mineral pendukung lainnya adalah kacang hijau dan kurma. Sejumlah penelitian sebelumnya melaporkan bahwa konsumsi kacang hijau dan kurma memiliki potensi dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menelaah pemberian kombinasi kacang hijau dan kurma yang diformulasikan dalam bentuk minuman terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman kombinasi sari kacang hijau dan kurma (SARKUMA) dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dengan one group pretes-posttes. Pupulasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di desa Banyuputih. Pengambilan sampel menggunakan puorposive random sampling dengan jumlah 30 responden. Sarkuma diberikan 1x perhari selama 7 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik parametrik Paired t-test, nilai P adalah 0,07 > 0,05, yang berarti tidak ada perbebdaan yang signifikan terhadap kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian sarkuma. Namun, terdapat perubahan sebesar 0,32 gr/dl setelah intervensi. pengaruh intervensi tersebut belum memberikan dampak yang cukup kuat untuk menimbulkan perubahan kadar hemoglobin yang bermakna. Hal ini disebabkan keterbatasan dari durasi pemberian yang terlalu singkat. Kesimpulan: Sarkuma berpotensi memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan zat gizi ibu hamil, namun belum memberikan bukti yang efektif bila digunakan sebagai intervensi tunggal.




