Pengaruh Latihan Senam Yoga Terhadap Penurunan Dismenorea Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 17 Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.583Keywords:
Dismenorea, Remaja Putri, Senam YogaAbstract
Dismenorea merupakan nyeri haid yang umum dialami remaja putri dan berpotensi mengganggu aktivitas belajar serta menurunkan kualitas hidup. Data WHO tahun 2020 menunjukkan sekitar 90% perempuan di dunia mengalami dismenorea, dengan 10–16% tergolong berat. Di Indonesia, prevalensi dismenorea mencapai 64,25%, sedangkan pada kelompok usia remaja berkisar 60–85%. Di Provinsi Kalimantan Selatan, angka kejadian dismenorea dilaporkan sebesar 70,9%dan berdampak pada terganggunya proses pembelajaran. Penanganan dismenorea masih didominasi terapi farmakologis, sementara intervensi nonfarmakologis di sekolah belum dimanfaatkan optimal. Senam yoga merupakan terapi komplementer yang berpotensi menurunkan nyeri melalui relaksasi otot, peningkatan sirkulasi darah, dan pelepasan endorfin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan senam yoga terhadap penurunan dismenorea pada remaja putri di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari remaja putri yang mengalami dismenorea dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi senam yoga diberikan selama 30 menit per sesi selama tiga hari berturut-turut. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p < 0,01 yang menandakan penurunan nyeri yang bermakna. Disimpulkan bahwa senam yoga efektif menurunkan dismenorea. Disarankan senam yoga diterapkan sebagai terapi nonfarmakologis remaja di sekolah dan dikembangkan dalam penelitian selanjutnya.




