Integrasi Edukasi Gizi Dan Farmasi Dalam Peningkatan Kepatuhan Penggunaan Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur: Pendekatan Administrasi Kebijakan Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.614Keywords:
Kepatuhan, Kontrasepsi, Edukasi Gizi, Edukasi Farmasi, Kebijakan Kesehatan, Wanita Usia SuburAbstract
Kepatuhan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur (WUS) merupakan faktor kunci keberhasilan program keluarga berencana karena ketidakpatuhan berkontribusi pada kegagalan metode dan kehamilan tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi edukasi gizi dan farmasi terhadap kepatuhan penggunaan kontrasepsi pada WUS serta implikasinya bagi kebijakan administrasi kesehatan. Penelitian quasi-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dilakukan pada 30 WUS akseptor kontrasepsi di (nama lokasi) pada (bulan) 2026. Intervensi berupa dua sesi edukasi terintegrasi gizi–farmasi diberikan selama 2 minggu melalui konseling terstruktur dan kartu pengingat jadwal kontrol. Kepatuhan diukur menggunakan skor kepatuhan (0–10) dan ketepatan jadwal kontrol, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan sebelum intervensi 20 responden (66,7%) tidak patuh dan 10 responden (33,3%) patuh; setelah intervensi proporsi patuh meningkat menjadi 24 responden (80,0%). Median skor kepatuhan meningkat dari 4 (2–7) menjadi 8 (5–10) dengan p = 0,000 (p < 0,001) yang menunjukkan pengaruh signifikan integrasi edukasi terhadap peningkatan kepatuhan kontrasepsi. Temuan ini mendukung pentingnya penguatan kebijakan administrasi kesehatan melalui SOP konseling kolaboratif lintas profesi, sistem pengingat jadwal, serta monitoring kepatuhan untuk menjaga keberlanjutan layanan KB




