Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanisa Usia Subur (WUS) Di Wilayah Sono
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.623Keywords:
Faktor, Pemilihan, MKJP, WUSAbstract
Latar belakang: Pemilihan MKJP di Indonesia pengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi individu, sosial dan layanan kesehatan. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi diantaranya adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di Dusun Sono. Metode penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional dilakukan di Wilayah Sono dengan melibatkan 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner yang telah dilakukan expert judgment. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil: Mayoritas responden memilih MKJP karena ketersediaan kontrasepsi (35;87,5%), adanya dukungan suami (38;95%), adanya dukungan baik dari petugas kesehatan (35;87.5%), tidak ada efek samping (25;62,5%), umur kisaran 20-35 tahun (32;80%) dan rata-rata bekerja (27;67,5%). Faktor dukungan suami (p value: 0.001), efek samping (p value: 0.002) dan umur (p value: 0.001) dinilai sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan MKJP. Sedangkan faktor lain tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Simpulan: Pemilihan MKJP dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi dukungan suami, adanya efek samping serta umur. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan faktor tersebut dalam melaksanakan konseling dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan minat WUS dalam menggunakan MKJP.




