Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan (Progestin) Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.638Keywords:
Kontrasepsi, Progestin, Durasi, Berat, AkseptorAbstract
Latar Belakang: Kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini sering dikaitkan dengan efek samping berupa peningkatan berat badan yang dapat memengaruhi kenyamanan serta keberlanjutan pemakaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden akseptor KB suntik 3 bulan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran berat badan, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan, yaitu sebanyak 45 responden (86,5%), sedangkan 7 responden (13,5%) tidak mengalami peningkatan berat badan. Pada kelompok lama pemakaian ≤ 2 tahun, sebanyak 20 responden (87,0%) mengalami peningkatan berat badan, sedangkan pada kelompok > 2 tahun sebanyak 25 responden (86,2%) mengalami peningkatan berat badan. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,937 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya.




