Pengaruh Terapi Bermain (Medical Play) Terhadap Kecemasan Minum Obat Pada Anak Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta

Authors

  • Marselia Dwi Rosda Sabila Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Istinengtiyas Tirta Suminar Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Atik Badiah Politeknik Kesehatan, Poltekes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.642

Keywords:

Terapi Bermain, Medical Play, Kecemasan, Minum Obat, Toddler, Pra Sekolah

Abstract

Permasalahan kesehatan anak masih tergolong tinggi, dengan sekitar 25–30% anak di dunia dan 30–35% anak di Indonesia mengalami keluhan kesehatan. Hospitalisasi pada anak sering menimbulkan kecemasan, terutama saat pemberian obat oral, yang dapat ditunjukkan melalui perilaku menangis, menolak, dan takut sehingga berpotensi menghambat kepatuhan pengobatan. Terapi bermain merupakan intervensi nonfarmakologis yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, salah satunya medical play yang menggunakan permainan peran dengan alat medis mainan untuk mengenalkan prosedur medis secaramenyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhterapi bermain (medical play) terhadap kecemasan minum obat pada anak di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 31 anak yang menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta selama rentang waktu 3 bulan (Februari 2025 – Mei 2025),dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melalui observasi terhadap responden. Istrumenpenelitian menggunakan set alat – alat terapi bermain Medical Play dan lembar observasi serta telah teruji validitas dan reabilitasnya. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar karakteristik responden dan lembar observasi tingkat kecemasan minum obat pada anak yang diukur menggunakan Faces Image Scale (FIS). Analisis data meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan distribusi kecemasan, serta analisis bivariatuntuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Ujinormalitas menggunakan Shapiro–Wilk, dan karena data tidakberdistribusi normal, digunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi bermain (medical play), sebagian besar anak usia 1–6 tahun mengalamikecemasan minum obat pada kategori berat hingga sangat berat, dengan kecemasan berat sebanyak 48,4% dan sangat berat 29,0%. Setelah diberikan terapi bermain (medical play), terjadi penurunan kecemasanyang signifikan, di mana 45,2% anak tidak mengalami kecemasan dan41,9% berada pada kategori cemas ringan, serta tidak ditemukan kecemasan berat maupun sangat berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan terapi bermain (medical play) terhadap penurunan kecemasan minum obat pada anak. Terapi bermain (medical play) terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan kooperatif anak selama perawatan. Disarankan agar intervensi terapi bermain (medical play) dapat diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan keperawatan anak di rumah sakit sebagai bagian dari pendekatan traumatic care, serta dilakukan penelitian lanjutan dengan desain kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat evidensi ilmiah.

Published

2026-04-11

How to Cite

Sabila, M. D. R., Suminar, I. T., & Badiah, A. (2026). Pengaruh Terapi Bermain (Medical Play) Terhadap Kecemasan Minum Obat Pada Anak Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1082–1093. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.642

Issue

Section

Articles