Gambaran Kejadian Agitasi Pada Pasien Dewasa Dan Anak Post General Anestesi Menggunakan Sevofluran Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.647Keywords:
Agitasi, Post General Anestesi, Sevofluran, RSUD Dr. Soedirman KebumenAbstract
Agitasi masih terjadi pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan pemberian sevofluran. Agitasi pasca operasi sering terjadi pada anak yang menjalani anestesi dengan sevofluran, diduga akibat solubilitas sevofluran yang cenderung lebih rendah dibandingkan gas inhalasi lain. Pada hasil survei yang telah dilakukan di RSUD dr. Soedirman Kebumen dalam waktu tiga bulan terakhir Agustus, September dan Oktober, jumlah pasien dengan tindakan anestesi umum di RSUD dr. Soedirman Kebumen adalah sebanyak 125 pasien. Tujuan penelitian adalah untuk menilai perbedaan tingkat agitasi serta menganalisis apakah terdapat perbedaan dalam efek sevofluran terhadap agitasi pada kelompok usia yang berbeda. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain atau pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan 30 Juni 2024 sampai dengan publikasi pada bulan 10 September 2025. Pengambilan data diambil pada 10 Juni 2025 sampai 07 Juli 2025 di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr. Soedirman Kebumen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan anestesi general dengan menggunakan sevofluran di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Besar populasi 3 bulan terakhir adalah 125 pasien. Besar sampel yang diambil dihitung dengan menggunakan rumus dari Slovin, yaitu sebanyak 95 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non random sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr. Soedirman Kebumen dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Sebagian besar responden adalah laki-laki dan berusia dewasa awal atau remaja awal. Untuk kelompok balita dan anak-anak, mayoritas berasal dari anak-anak (72%). Sebagian besar pasien menjalani operasi dengan durasi lebih dari 60 menit, baik pada kelompok usia anak-anak, remaja, maupun dewasa, (2) Dari 25 pasien, 76% mengalami agitasi. Semua balita mengalami agitasi, sedangkan pada anak-anak, 12 dari 18 orang mengalaminya. Kejadian agitasi lebih tinggi pada laki-laki dan pasien dengan lama operasi > 60 menit, (3) Sebanyak 33.3% dari 33 remaja mengalami agitasi. Remaja awal lebih banyak mengalami agitasi dibanding remaja akhir. Laki-laki dan pasien dengan operasi > 60 menit juga menunjukkan kejadian agitasi lebih tinggi, (4) Sebanyak 21.6% dari 37 pasien dewasa mengalami agitasi. Kejadian lebih banyak ditemukan pada dewasa awal, laki-laki, dan pasien dengan operasi > 60 menit, meskipun secara keseluruhan angkanya lebih rendah dibanding kelompok usia lebih muda.




