Hubungan Aktivitas Senam Lansia Dengan Kekuatan Otot Tungkai Bawah, Keseimbangan, Kapasitas Fungsional Pada Lansia Di Puskesmas Sanden
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.648Keywords:
Senam Lansia, Kekuatan Otot Tungkai Bawah, Keseimbangan, Kapasitas FungsionalAbstract
Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional. Penurunan tersebut dapat memengaruhi kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti senam lansia merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kondisi fisik lansia. Senam lansia umumnya dirancang dalam bentuk latihan ringan hingga sedang yang bertujuan menjaga kebugaran dan fungsi tubuh pada usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional pada lansia di Puskesmas Sanden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 78 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas senam lansia diukur menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), kekuatan otot tungkai bawah menggunakan Five Times Sit to Stand Test (FTSST), keseimbangan menggunakan Time Up and Go Test (TUG), serta kapasitas fungsional menggunakan satuan METs. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah (r = 0,234; p = 0,040). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan keseimbangan (r = -0,215; p = 0,059) maupun kapasitas fungsional (r = 0,074; p = 0,521). senam lansia berhubungan dengan peningkatan kekuatan otot tungkai bawah, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan keseimbangan dan kapasitas fungsional.




