Interaksi Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Perilaku Menetap (Sedentary Behavior) Terhadap Hipertensi Pada Lansia, Serta Dampaknya Pada Kualitas Hidup
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.659Keywords:
Lansia, Hipertensi, Kualitas Hidup, Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Perilaku MenetapAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu faktor resiko hipertensi adalah jenis kelamin, IMT, perilaku menetap serta hal tersebut berdampak pada kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jenis kelamin, indeks massa tubuh, perilaku menetap (sedentary behavior) terhadap risiko hipertensi lansia, serta dampaknya pada kualitas hidup. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan rancangan jenis studi observasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah lansia dengan hipertensi di Dusun Gluntung Kidul dan Dusun Gumulan yang diambil secara consecutive sampling, dengan cara pengambilan data menggunakan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 63 orang lansia hipertensi yang dilakukan pengukuran dan wawancara. Hasil: Hasil menunjukan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, IMT terhadap hipertensi sedangkan perilaku menetap tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hipertensi setelah di uji Chi-square dengan nilai (p>0,05). Uji Ordinal Logistik Regression menunjukan hanya jenis kelamin yang berhubungan terhadap hipertensi dengan nilai (p=0,001). Uji Multipel Linear Regression menunjukan hanya perilaku menetap yang berhubungan terhadap kualitas hidup dengan nilai (p=0,035). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin dan IMT berhubungan dengan hipertensi. Sementara itu, perilaku menetap tidak berhubungan dengan hipertensi, tetapi menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup lansia hipertensi.




