Perbedaan Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Dan Playdough Terhadap Fasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun

Authors

  • Nabila Zahara Lazina Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Rizky Wulandari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Andry Ariyanto Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.660

Keywords:

Permainan Tradisional Congklak, Playdough, Motorik Halus, Anak Usia 5-6 Tahun, Bender Gestalt Test

Abstract

Latar belakang : Anak usia dini berada pada masa emas dengan perkembangan motorik halus yang berlangsung pesat, terutama pada usia 5–6 tahun yang ditandai dengan kemampuan menulis, menggambar, dan menggunting sebagai kesiapan masuk sekolah. Stimulasi yang tepat diperlukan karena keterlambatan motorik halus dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari anak. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah play therapy melalui permainan tradisional congklak dan playdough. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional congklak dan playdough terhadap fasilitasi perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun serta membandingkan perbedaan pengaruh antara kedua jenis permainan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 38 anak usia 5–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu dengan total 10 kali pertemuan. Pengukuran kemampuan motorik halus dilakukan menggunakan Bender Gestalt Test. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis 1 pada kelompok permainan tradisonal congklak diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan pada kelompok playdough juga diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh latihan terhadap peningkatan motorik halus pada masing-masing kelompok. Selanjutnya, hasil uji perbedaan menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai p = 0, 0.603 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara permainan tardisional congklak dan playdough terhadap peningkatan kemampuan motorik halus. Kesimpulan: permainan tradisional congklak dan playdough sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun, dengan tingkat efektivitas yang relatif sama. Permainan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif stimulasi motorik halus pada anak usia dini.

Published

2026-04-16

How to Cite

Lazina, N. Z., Wulandari, R., & Ariyanto, A. (2026). Perbedaan Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Dan Playdough Terhadap Fasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1248–1264. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.660

Issue

Section

Articles