Analisis Hubungan Risiko Sarkopenia Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di Posyandu Lansia Anggrek VIII Dusun Genitem, Yogyakarta

Authors

  • Shafira Iffah Azhari Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Siti Nadhir Ollin Norlinta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.662

Keywords:

Sarkopenia, Risiko Jatuh, Lansia, Kekuatan Otot, TUGT

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan risiko sarkopenia dengan risiko jatuh pada lansia di Posyandu Lansia Anggrek VIII Dusun Genitem, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 101 responden yang dipilih secara purposive sampling. Risiko sarkopenia diukur menggunakan kuesioner SARC-F, kekuatan otot ekstremitas bawah menggunakan leg dynamometer, dan risiko jatuh menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak berisiko sarkopenia (77,2%) dan memiliki risiko jatuh ringan (71,3%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara risiko sarkopenia dan risiko jatuh (p=0,000) dengan koefisien korelasi 0,572 yang berarti kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Semakin tinggi risiko sarkopenia, semakin besar risiko jatuh pada lansia. Keterbatasan penelitian ini adalah desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan kausal serta keterbatasan lokasi pada satu posyandu. Disarankan dilakukan penelitian longitudinal dengan sampel lebih luas serta intervensi penguatan otot untuk mencegah risiko jatuh. Sarkopenia merupakan faktor penting yang perlu dideteksi dan dicegah sejak dini untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup lansia.

Published

2026-04-14

How to Cite

Azhari, S. I., & Norlinta, S. N. O. (2026). Analisis Hubungan Risiko Sarkopenia Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di Posyandu Lansia Anggrek VIII Dusun Genitem, Yogyakarta. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1198–1205. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.662

Issue

Section

Articles