Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Di RS PKU Muhammadiyah Gamping
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.664Keywords:
Dukungan Keluarga, Kemoterapi, Kualitas Hidup, Pasien KankerAbstract
Kemoterapi merupakan terapi sistemik untuk menghancurkan sel kanker, namun sering menimbulkan efek samping fisik dan psikologis yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Secara global, kanker masih menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia dengan angka kejadian yang terus meningkat. Di Indonesia, prevalensi kanker sebesar 1,2 per mil, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi. Dalam kondisi tersebut, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang dapat membantu pasien beradaptasi dengan dampak penyakit dan terapi. Dukungan emosional, informasional, penghargaan, dan instrumental dari keluarga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis serta mempertahankan kualitas hidup pasien selama menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif kolerasional dan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 66 pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping, dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melaluikuisioner yang diberikan kepada responden. Istrumen penelitian yaitu kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kualitas hidup pasien kanker dan telah teruji validitas dan reabilitasnya. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, skor dukungan keluarga, dan kualitas hidup pasien). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien kanker. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah lansia akhir (37,9%), perempuan (75,8%), berpendidikan SD (30,3%), ibu rumah tangga (54,5%), dan menikah (74,2%). Sebagian besar menjalani kemoterapi 1–3 bulan (50,0%) serta memperoleh dukungan utama dari suami (47,0%). Hal ini menunjukkan peran keluarga sebagai sistem pendukung utama pasien di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dukungan keluarga mayoritas berada pada kategori baik (92,4%), terutama dukungan instrumental (72,7%) dan informasi (71,2%), diikuti dukungan emosional dan penghargaan (62,1%). Kualitas hidup pasien sebagian besar berada pada kategori baik (87,9%). Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p = 0,048; ρ = 0,249) dengan arah positif dan kekuatan lemah. Artinya, semakin baik dukungan keluarga, semakin baik kualitas hidup pasien. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pelibatan keluarga dalam perawatan guna mendukung kualitas hidup pasien selama kemoterapi.




