Academic Stress And Mental Health Among Medical Students: A Cross-Sectional Study

Authors

  • Rika Putri Nurfadilah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Sutejo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Mamnu’ah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.665

Keywords:

Stress Akademik, Kesehatan Mental, Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Abstract

Mahasiswa kedokteran berada pada fase dewasa muda yang rentan terhadap tekanan perkembangan dan tuntutan akademik. Beban pendidikan kedokteran yang padat meningkatkan risiko stres akademik, dengan prevalensi global dilaporkan sebesar 30–94%, sementara di Indonesia 22,2% mahasiswa kedokteran mengalami gejala depresi dan 48,1% mengalami kecemasan. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dan kesehatan mental pada mahasiswa kedokteran. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional menggunakan metode pendekatan studi cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang berjumlah sebanyak 99 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner Google Form yang dibagikan kepada grup mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2024 dan 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner penilaian stress akademik dengan menggunakan instrumen Perceived Sources of Academic Stress dan Kuesioner Kesehatan Mental dengan menggunakan instrumen Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF). Penelitian dilaksanakan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran, mayoritas mengalami stres akademik dalam kategori sedang, sedangkan sebagian kecil berada pada kategori berat. Pada variabel kesehatan mental, sebagian besar mahasiswa berada dalam kategori baik dan hanya sebagian kecil yang termasuk dalam kategori buruk. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stres akademik dan kesehatan mental dengan nilai p < 0.001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0.40–0.59. Nilai koefisien tersebut menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sedang, yang berarti semakin tinggi tingkat stres akademik mahasiswa, maka semakin rendah tingkat kesehatan mentalnya. Temuan ini menegaskan bahwa stres akademik memiliki peran yang bermakna terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa kedokteran. Disarankan institusi memperkuat skrining dan program manajemen stres, serta mengoptimalkan layanan konseling. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain longitudinal untuk hasil yang lebih komprehensif.

Published

2026-04-15

How to Cite

Nurfadilah, R. P., Sutejo, S., & Mamnu’ah, M. (2026). Academic Stress And Mental Health Among Medical Students: A Cross-Sectional Study. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1220–1230. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.665

Issue

Section

Articles