Analisis Faktor Kecerdasan Emosional Terhadap Depresi Pada Remaja Pertengahan Usia 15-17 Tahun Di SMK Kesehatan Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.673Keywords:
Kecerdasan Emosional, DepresiAbstract
Depresi memiliki prevalensi tertinggi di wilayah Asia Tenggara, mencapai 86,94 juta orang atau sekitar 27% dari total 322 juta individu. Di Indonesia, negara ini menempati posisi kelima dalam hal prevalensi depresi dengan angka 3,7%. Di Indonesia, angka kejadian depresi pada individu berusia 15 tahun ke atas tercatat sebesar 6,1%. Di Samarinda, prevalensi depresi di kalangan remaja sekolah menengah atas (berusia 14-19 tahun) mencapai 552 orang, dengan persentase 52,7%. Dari jumlah tersebut, prevalensi pada perempuan adalah 26,6%, sementara pada laki-laki adalah 26,1%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara antara kecerdasan emosional terhadap depresi pada remaja pertengahan usia 15-17 tahun di SMK Kesehatan Samarinda dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dalam suatu populasi tertentu melalui pendekatan metode cross-sectional. Hasil korelasi bivariate didapatkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap depresi pada remaja, dengan hasil koefisien korelasi sebesar -0,580 yang terdapat keeratan hubungan antara kecerdasan emosional dengan depresi yang kuat dengan alur yang negative semakin negative kecerdasan emosional maka depresi semakin meningkat.




