Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.682Keywords:
Tuberkulosis Paru, Kepatuhan Minum Obat, Pengetahuan, Dukungan KeluargaAbstract
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) sesuai anjuran. Ketidakpatuhan dapat menghambat kesembuhan, meningkatkan risiko resistensi obat, dan menurunkan keberhasilan program pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Methods: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasinya adalah seluruh pasien TB Paru di Puskesmas Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango sejumlah 101 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling didapatkan sejumlah 64 responden. Variabel penelitia adalah tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga, kemudian variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Result : Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan dukungan keluarga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,227 > 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,595 menunjukkan bahwa kedua variabel bersama-sama menjelaskan 59,5% variasi kepatuhan minum obat, sedangkan 40,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti efek samping obat, akses layanan kesehatan, hubungan dengan petugas kesehatan, dan stigma sosial. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pasien merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru. Conclusion: Pengetahuan sangat berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat, oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan pelibatan keluarga secara aktif dalam mendampingi pasien agar keberhasilan terapi TB dapat tercapai secara optimal.




