Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Emesis Ibu Hamil Trimester I
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.688Keywords:
Emesis Gravidarum, Emesis, Mual Muntah Kehamilan, Terapi Emesis, Terapi Akupresur, Akupresur, Terapi Non-Farmakalogi EmesisAbstract
Emesis gravidarum adalah gejala mual pada kehamilan trimester I yang terjadi pada pagi hari yang dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Emesis gravidarum dapat dikurangi dengan terapi farmakologi dan terapi non-farmakologi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi akupresur terhadap penurunan emesis pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan pre test - post test design tanpa menggunakan group kontrol (without control group). Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kuesioner skala emesis dengan menggunakan PUQE-24 (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea). Jumlah responden sebanyak 30 ibu hamil trimester I dengan teknik sampel purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil Analisa data diperoleh hasil bahwa intensitas emesis menurun setelah diberikan intervensi dengan selisih rata-rata sebelum dan sesudah intervensi sebesar0.53. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikasi 0.000 (p <0,05) Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima. Terapi akupresur tidak terbukti memberikan pengaruh terhadap kejadian emesis pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlandingan Kabupaten Situbondo (p-value <0,05).




