Stigma Dan Miskonsepsi Remaja Terhadap ODHA: Kajian Kualitatif Tentang Persepsi Penularan, Pengobatan, Dan Akses Layanan HIV
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.694Keywords:
HIV/AIDS, Misconceptions, ODHA, Remaja, StigmaAbstract
Stigma dan miskonsepsi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi permasalahan yang signifikan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma dan miskonsepsi remaja terhadap ODHA di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 20 siswa/siswi SMA/sederajat. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dengan tahapan open coding, kategorisasi, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu stigma terhadap ODHA, miskonsepsi penularan HIV, kurangnya pemahaman tentang pengobatan HIV, serta keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV. Stigma terhadap ODHA ditunjukkan melalui perilaku menghindar dan ketakutan berinteraksi yang didasari oleh persepsi risiko yang tidak tepat. Miskonsepsi penularan HIV masih tinggi, di mana responden memiliki pemahaman yang terbatas dan keliru terkait cara penularan HIV. Selain itu, sebagian besar responden belum memahami adanya terapi antiretroviral (ARV) dan menganggap HIV sebagai penyakit yang tidak dapat diobati. Keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV juga terlihat dari ketidaktahuan responden terkait lokasi dan prosedur pemeriksaan HIV. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya stigma dan miskonsepsi terhadap ODHA di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang komprehensif, akses informasi yang lebih luas, serta penguatan program sosialisasi HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat.




