Pengaruh Senam Lansia Terhadap Tingkat Kemandirian Melakukan Aktifitas Sehari - Hari pada Lansia di Posyandu Kecipir dan Veteran Wilayah Kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.696Keywords:
Senam, Activity Daily Living, LansiaAbstract
Kemandirian lansia dalam menjalankan Activity of Daily Living (ADL) diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Kualitas hidup lansia sering kali ditentukan oleh tingkat kemandirian ini, karena berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan sosial. Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi tubuh akan dialami, sehingga berbagai upaya perlu dilakukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. Salah satu upaya yang dapat diterapkan ialah pemberian latihan fisik berupa senam lansia. Melalui aktivitas ini, keseimbangan tubuh, kekuatan otot, serta koordinasi gerak dapat ditingkatkan. Namun, di lapangan masih ditemukan bahwa program latihan fisik belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penyampaian informasi, sehingga manfaat senam lansia belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari masih sering terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari pada lansia di Posyandu Kecipir dan Veteran wilayah kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya. Metode eksperimental dengan pendekatan cross-sectional telah digunakan, dengan melibatkan 30 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, dan diperoleh nilai ρ = 0,000 (α = 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh signifikan telah ditunjukkan oleh senam lansia terhadap peningkatan kemandirian lansia.




