Hubungan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Bantul
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.708Keywords:
Anemia, Tablet Fe, Remaja PutriAbstract
Remaja putri merupakan kelompok rentan mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi. Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada remaja putri di dunia berkisar 40–88%, sedangkan di negara berkembang mencapai 53,7%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2024 menunjukkan angka kejadian anemia tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta berada di Kabupaten Bantul sebesar 54,8%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bantul. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan 81 responden dari 448 populasi pada Januari 2026. Data primer diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan Easy Touch GCHb serta kuesioner kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri, di mana remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe kategori cukup patuh lebih banyak mengalami anemia (37%) dibandingkan dengan kategori patuh (2,5%). Disarankan edukasi kesehatan mengenai konsumsi tablet Fe saat menstruasi melalui tenaga kesehatan maupun media edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam pencegahan anemia.




