Hubungan Hipotensi Dengan Kejadian Postoperative Nausea Vomiting Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal: Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.711Keywords:
Anestesi Spinal, Hemodinamik, Hipotensi, PONV, Systematic Literature ReviewAbstract
Hipotensi merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal yang berpotensi memicu postoperative nausea and vomiting (PONV) melalui mekanisme hemodinamik dan jalur refleks otonom. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi hipotensi dengan kejadian PONV pada pasien pasca anestesi spinal melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Metode yang dipergunakan mengacu pada kerangka PICO dan protokol PRISMA dengan sumber data dari Pubmed, Scopus, Crossref, Open Alex dalam rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 772 artikel diidentifikasi dan setelah proses seleksi, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil mengungkapkan bahwasanya hipotensi memiliki hubungan yang konsisten dengan kejadian PONV melalui aktivasi refleks Bezold–Jarisch dan jalur serotonergik. Derajat dan durasi hipotensi, terutama pada 30 menit pertama pasca anestesi, berperan dalam meningkatkan risiko dan keparahan PONV. Faktor lain seperti jenis kelamin, riwayat PONV, status merokok, serta penggunaan opioid turut memengaruhi kejadian tersebut, sementara antagonis reseptor 5-HT3 dan steroid bersifat protektif. Kesimpulannya, pengendalian hipotensi merupakan strategi kunci dalam pencegahan PONV pada pasien pasca anestesi spinal.




