Pengaruh Pemberian Pijat Bayi Dengan Minyak Aroma Lavender Terhadap Kualitas Tidur Bayi Di Baby SPA Bidan Aisy Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.719Keywords:
Aroma Lavender, Kualitas Tidur Bayi, Pijat BayiAbstract
Kualitas tidur merupakan kebutuhan fisiologis penting bagi bayi karena berperan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan stabilitas emosi. Tidur yang cukup membantu proses pematangan sistem saraf serta mendukung perkembangan kognitif dan perilaku bayi. Namun, gangguan tidur pada bayi masih cukup sering ditemukan. Secara global sekitar 20–30% bayi mengalami gangguan tidur. Di Indonesia, sekitar 25% bayi dilaporkan mengalami kesulitan tidur nyenyak. Di Provinsi Jawa Timur sekitar 27% bayi memiliki pola tidur yang tidak teratur, sedangkan di Kabupaten Malang sekitar 22% bayi usia 0–6 bulan mengalami gangguan tidur. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesejahteraan emosional bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah melalui pendekatan nonfarmakologis, seperti pijat bayi. Pijat bayi dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu bayi menjadi lebih tenang. Penggunaan minyak aroma lavender dalam pijat bayi juga diketahui memiliki efek menenangkan yang dapat membantu merilekskan sistem saraf. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 bayi usia 3–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Baby SPA Bidan Aisy Kabupaten Malang. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan distribusi kualitas tidur bayi setelah pemberian pijat bayi dengan minyak aroma lavender. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menggambarkan adanya perbedaan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah intervensi.




