Implementasi Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Scoping Review

Authors

  • Yohanes Rindo Ari Wijoyo Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Wida Kuswida Bhakti Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Haryanto Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.721

Keywords:

Komunikasi Terapeutik, Perawat, Kepuasan Pasien, Mutu Pelayanan, Scoping Review

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan kompetensi inti keperawatan sekaligus mekanisme penting untuk mewujudkan pelayanan yang berpusat pada pasien. Bukti yang tersedia masih tersebar pada berbagai konteks seperti rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, intensive care, onkologi, psikiatri, dan pelayanan primer, sehingga belum mudah dipetakan dalam satu kerangka yang utuh. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti mengenai implementasi komunikasi terapeutik perawat dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode: Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O'Malley, diperkuat oleh Levac dkk., serta dilaporkan mengacu pada prinsip PRISMA-ScR. Sumber awal literatur berasal dari matriks kerja peneliti yang memuat 100 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, terpilih 20 studi terbitan tahun 2020–2025. Studi yang diikutkan terdiri atas 12 studi cross-sectional, 4 studi kualitatif, 3 studi kuasi-eksperimental/pre-eksperimental, dan 1 studi survei. Hasil: Terdapat empat tema utama, yaitu: (1) komunikasi terapeutik meningkatkan kepuasan pasien/keluarga dan persepsi mutu layanan; (2) komunikasi yang efektif menurunkan kecemasan serta memperkuat motivasi, efikasi diri, dan adaptasi pasien; (3) implementasi dipengaruhi faktor individual, relasional, dan organisasional seperti beban kerja, kecerdasan emosional, burnout, privasi, empati, kecukupan tenaga, serta hambatan sosiokultural; dan (4) program pelatihan yang terstruktur dapat meningkatkan self-efficacy komunikasi dan kompetensi interaksi perawat. Kesimpulan: Komunikasi terapeutik perawat bukan hanya keterampilan interpersonal, tetapi juga pengungkit peningkatan mutu pelayanan. Penguatan kompetensi ini memerlukan dukungan manajerial, penataan beban kerja, pelatihan yang sensitif terhadap konteks layanan, dan indikator monitoring yang mengintegrasikan pengalaman pasien dengan performa keperawatan.

Published

2026-05-01

How to Cite

Wijoyo, Y. R. A., Bhakti, W. K., & Haryanto, H. (2026). Implementasi Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Scoping Review. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1477–1488. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.721

Issue

Section

Articles