Upaya Peningkatan Keterlibatan Ayah dalam Pencegahan Stunting Pada Balita
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.724Keywords:
Keterlibatan Ayah, Stunting, Edukasi KesehatanAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dan berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting adalah rendahnya keterlibatan orang tua dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak, termasuk peran ayah. Dalam praktiknya, pengasuhan anak masih sering dianggap sebagai tanggung jawab utama ibu sehingga keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi balita masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan ayah melalui edukasi kesehatan sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting pada balita melalui asuhan keperawatan komunitas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas berdasarkan teori Community as Partner. Penelitian dilaksanakan selama tiga minggu di Padukuhan Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dengan melibatkan 11 orang ayah yang memiliki anak usia 0–60 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan mengenai peran ayah dalam pemenuhan gizi balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah melalui metode pretest dan posttest. Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Skor keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting meningkat dari rata-rata 20,45 sebelum intervensi menjadi 26 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p < 0,001. Kesimpulannya, edukasi kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi serta pengasuhan balita sebagai upaya pencegahan stunting. Edukasi kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan balita sebagai upaya pencegahan stunting.




