Analisis Implementasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasca Penyuluhan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.726Keywords:
SADARI, Implementasi, RemajaAbstract
Penyakit kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Upaya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana, dapat dilakukan oleh setiap perempuan untuk mengenali adanya kelainan sejak dini. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesadaran dan perilaku untuk melakukan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan implementasi SADARI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan waktu cross-sectional. Total populasi sejumlah 123 Siswi yang telah menjadi sampel penelitian sebelumnya, teknik sampling yang digunakan yaitu Total sampling yang memenuhi kriteria Inklusi yaitu bersedia menjadi responden, didapatkan sejumlah 97 Responden, Pengumpulan data pengetahuan dilakukan menggunakan data sekunder hasil penelitianperimen 2 bulan sebelumnya, dengan hasil uji statistik menunjukan terdapat pengaruh yang ditujukkan dengan nilai 0,000 (p < 0,05), data Implemetasi dengan menggunakan kuesioner terkait praktik sadari serta frekuensi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden dengan implementasi SADARI dengan kriteria sedang, sehingga bermakna bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin besar kemungkinan melakukan SADARI secara rutin dan benar, Adapun prediksi lain dimungkinkan pengetahuan baik belum tentu akan menghasilkan perilaku positif secara utuh, tingkat kesadaran merupakan faktor yang penting terhadap perilaku melakukan deteksi dini, Peran UKS sebagai fasilitas Kesehatan tingkat sekolah diperlukan adanya upaya membangun dan memantau perilaku deteksi dini kanker payudara dengan memanfaatkan media sosial Whatsapp grup di setiap kelas khusus remaja putri, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan.




