Perbandingan Efektivitas Konsumsi Daun Kelor Dan Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di TPMB Masturoh Tajinan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.730Keywords:
ASI, Daun Katuk, Daun Kelor, Ibu Nifas, Produksi ASIAbstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, namun cakupan pemberian ASI eksklusif masih rendah. Data menunjukkan hanya 44% bayi di dunia yang mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan di Indonesia sebesar 52,5%, di Jawa Timur 65,2%, dan di Kabupaten Malang masih terdapat 37,2% ibu yang belum memberikan ASI eksklusif . Selain itu, hasil studi menunjukkan sebagian besar ibu nifas mengalami produksi ASI kurang, yaitu 60,0% pada kelompok daun kelor dan 66,7% pada kelompok daun katuk . Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas konsumsi daun kelor dan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Intervensi diberikan selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok, dengan nilai p-value 0,001 pada daun kelor dan 0,004 pada daun katuk (p<0,05) . Peningkatan rata-rata produksi ASI pada kelompok daun kelor sebesar 1,00, lebih tinggi dibandingkan kelompok daun katuk sebesar 0,67. Konsumsi daun kelor dan daun katuk sama-sama efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas, namun daun kelor terbukti lebih efektif. Diharapkan ibu nifas dapat memanfaatkan daun kelor maupun daun katuk sebagai alternatif alami untuk meningkatkan produksi ASI serta tetap menjaga pola makan seimbang dan frekuensi menyusui yang optimal.




