Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotermia Pada Pasien Bedah Laparascopy Dengan General Anestesi: Systematic Literature Review

Authors

  • Syafa Awalia Khoirun Nisa Universitas Harapan Bangsa
  • Magenda Bisma Yudha Universitas Harapan Bangsa
  • Made Suandika Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.740

Keywords:

Hipotermia Intraoperatif, Laparoskopi, General Anestesi, Faktor Risiko, Tinjauan Pustaka Sistematis

Abstract

Hipotermia intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani pembedahan laparoskopi dengan general anestesi dan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan fisiologis seperti koagulopati, infeksi luka operasi, serta memperlambat proses pemulihan pasien. Berbagai faktor diketahui berkontribusi terhadap kejadian hipotermia, baik yang berasal dari karakteristik pasien, lingkungan, prosedur, maupun penggunaan obat anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipotermia pada pasien bedah laparoskopi dengan general anestesi. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA melalui pencarian pada database PubMed, ScienceDirect, dan EBSCO Host untuk publikasi tahun 2015–2026. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif seperti randomized controlled trial (RCT) dan cohort study yang membahas faktor risiko hipotermia intraoperatif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 11 artikel terpilih dianalisis dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejadian hipotermia meliputi usia lanjut, indeks massa tubuh (IMT) rendah, durasi operasi yang lama, suhu ruang operasi yang rendah, serta penggunaan anestesi umum yang memengaruhi mekanisme termoregulasi. Selain itu, faktor intraoperatif seperti durasi pneumoperitoneum, volume cairan infus, dan paparan gas CO₂ juga berkontribusi terhadap penurunan suhu inti tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa intervensi seperti active warming, pemanasan cairan infus, dan penggunaan CO₂ yang dipanaskan dapat menurunkan risiko hipotermia dan mempercepat pemulihan pasien. Dengan demikian, identifikasi faktor risiko secara dini dan penerapan strategi pencegahan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan kejadian hipotermia intraoperatif pada pasien bedah laparoskopi.

Published

2026-05-11

How to Cite

Nisa, S. A. K., Yudha, M. B., & Suandika, M. (2026). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotermia Pada Pasien Bedah Laparascopy Dengan General Anestesi: Systematic Literature Review. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1620–1628. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.740

Issue

Section

Articles