Analisis Inovasi Mengunyah Permen Karet Rasa Mint (Xylitol) Terhadap Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.753Keywords:
Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Rasa Haus, Permen Karet Mint (Xylitol)Abstract
Latar Belakang: Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis harus membatasi asupan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan. Namun, pembatasan cairan sering menimbulkan keluhan mulut kering dan rasa haus yang dapat menurunkan kenyamanan serta kepatuhan pasien. Rasa haus yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah stimulasi oral melalui mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol). Tujuan: Menganalisis praktik klinik keperawatan mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) terhadap pengendalian rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Metode: Penulisan ini menggunakan metode analisis kasus kelolaan dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi inovasi berupa mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) diberikan sesuai rencana keperawatan, dan tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan pengendalian rasa haus dan asupan cairan setelah intervensi. Evaluasi rasa haus menggunakan VAS menunjukkan penurunan skor dari rentang 5–7 (haus sedang–berat) menjadi 1–3 (haus ringan). Selain itu, kondisi mukosa bibir mengalami perbaikan dari tampak kering menjadi lebih lembab selama periode intervensi. Kesimpulan: Mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengontrol rasa haus dan mendukung manajemen cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.




