Pengaruh Budaya Madeung Terhadap Percepatan Penurunan Tinggi Fundus Uteri Pada Ibu Post Partum Di BPM Maryam Desa Peuneuleut Baroh Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.758Keywords:
Pemakaian Gurita, Bakar Batu, Tinggi Fundus UteriAbstract
Proses involusio uteri dikatakan berjalan normal dapat dilihat dari penurunan tinggi fundus uteri atau TFU, pengeluaran (lochea) cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas dan adanya kontraksi uterus. Dalam keseharian budaya ada daerah yang masih menggunakan pemakaian gurita serta budaya bakar batu dengan pandangan dapat membuat Rahim Kembali seperti semula. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh budaya madeung terhadap percepatan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di BPM Maryam, A. Md. Keb Desa Peuneuleut Baroh Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Pendekatan metodologis yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan jenis studi analitik dengan rancangan case control study. Penelitian ini telah dilaksanakan di BPM Maryam, A. Md. Keb Desa Peuneuleut Baroh Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang ada di BPM Maryam, A. Md. Keb Desa Peuneuleut Baroh Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen sebanyak 15 orang yang menerapkan budaya madeung dan 15 orang yang tidak menerapkan budaya madeungPenelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2026 sampai 8 Maret 2026. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai p value 0,042 artinya terdapat pengaruh antara budaya madeung dengan penurunan tinggi fundus uteri. Nilai OR diperoleh 0,667 artinya budaya madeung memiliki risiko besar 0,667 berpengaruh terhadap tinggi fundus uteri pada masa nifas.
Kata Kunci : Pemakaian Gurita, Bakar Batu, Tinggi Fundus Uteri




