Media-based Versus Hands-on Breastfeeding education and Early breastfeeding success After Cesarean Section: A Comparative Case Report
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.762Keywords:
Edukasi Menyusui, Sectio Caesarea, Skor LATCH, Hands-onAbstract
Ibu Post sectio caesarea (SC) sering mengalami hambatan menyusui seperti adanya luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kesalahan teknik menyusui terutama pada aspek pelekatan dan posisi. Edukasi menyusui menjadi intervensi penting, namun efektivitas metode berbasis media dibandingkan dengan hands-on education masih perlu dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektivitas edukasi berbasis media dengan edukasi kombinasi media dan praktik langsung terhadap keberhasilan menyusui dini pada ibu Post SC. Penelitian ini menggunakan desain comparative case report pada dua ibu Post SC dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama 2 hari. Pengukuran keberhasilan menyusui menggunakan skor LATCH (Latch, Audible swallowing, Type of nipple, Comfort, Hold/positioning) sebelum dan sesudah intervensi. Skor LATCH meningkat lebih besar pada kelompok hands-on (dari 5 menjadi 9) dibandingkan kelompok media-based (dari 6 menjadi 8). Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pelekatan dan posisi menyusui, di mana ibu yang mendapatkan demonstrasi langsung lebih mampu merasakan dan mempraktikkan teknik yang benar secara mandiri. Edukasi menyusui dengan pendekatan hands-on lebih efektif dibandingkan edukasi berbasis media saja. Pendekatan ini direkomendasikan dalam praktik keperawatan maternitas untuk meningkatkan keberhasilan menyusui dini pada ibu Post SC.




