Analisis Kesesuaian Diagnosis, Intervensi, Dan Luaran Keperawatan Berbasis SDKI/SIKI/SLKI Dalam Simrs Dengan Kondisi Klinis Pasien Rawat Inap RSU Yarsi Pontianak: Scoping Review
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.780Keywords:
Diagnosis Keperawatan, SDKI, SIKI, SLKI, SIMRS, Kesesuaian Klinis, Dokumentasi Keperawatan, Rawat Inap, Scoping ReviewAbstract
Latar Belakang: Integrasi standar keperawatan Indonesia (SDKI/SIKI/SLKI) ke dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan langkah penting menuju praktik keperawatan yang terstandar dan berbasis bukti. Namun, pembangkitan otomatis diagnosis, intervensi, dan luaran keperawatan oleh SIMRS tidak selalu mencerminkan kondisi klinis aktual pasien rawat inap, sehingga menciptakan risiko ketidaksesuaian dokumentasi secara klinis. Sejauh mana dokumentasi keperawatan yang dihasilkan SIMRS sesuai dengan kondisi klinis pasien aktual di rumah sakit Indonesia masih belum terpetakan secara komprehensif. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti mengenai kesesuaian diagnosis, intervensi, dan luaran keperawatan berbasis SDKI/SIKI/SLKI dalam SIMRS dengan kondisi klinis pasien rawat inap, mengidentifikasi determinan ketidaksesuaian, serta mendeskripsikan strategi perbaikan. Metode: Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O'Malley (2005), diperkuat oleh Levac dkk. (2010), serta dilaporkan mengacu pada PRISMA-ScR (Tricco dkk., 2018). Sumber awal literatur berasal dari matriks kerja peneliti yang memuat 100 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, terpilih 20 studi terbitan tahun 2020–2025 untuk disintesis. Hasil: Empat tema utama teridentifikasi: (1) kualitas dan akurasi dokumentasi diagnosis keperawatan berbasis SDKI sangat tidak optimal, dengan tingkat akurasi di bawah 50% di beberapa konteks; (2) kesesuaian antara intervensi keperawatan (SIKI) dengan kondisi klinis masih inkonsisten, khususnya dalam hal keterkaitan dengan diagnosis; (3) luaran keperawatan (SLKI) merupakan komponen yang paling jarang dievaluasi dengan bukti kualitas dokumentasi yang terbatas; dan (4) faktor yang berkontribusi pada ketidaksesuaian meliputi kesenjangan kompetensi perawat, pengkajian klinis yang tidak lengkap, keterbatasan desain template SIMRS, beban kerja, dan kurangnya supervisi. Kesimpulan: Kesesuaian dokumentasi SIMRS berbasis SDKI/SIKI/SLKI dengan kondisi klinis pasien rawat inap merupakan kesenjangan mutu yang signifikan dalam praktik keperawatan Indonesia. Penguatan kompetensi klinis, desain ulang template SIMRS, dan implementasi sistem audit serta supervisi terstruktur merupakan strategi esensial untuk meningkatkan kesesuaian dokumentasi.




