Efektifitas Terapi Nebulizer terhadap Frekuensi Nafas pada Lansia Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit X
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.786Keywords:
PPOK, Terapi Nebulizer, Frekuensi NafasAbstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Terapi Nebulizer merupakan salah satu intervensi yang sering digunakan untuk membantu memperbaiki fungsi perNafasan melalui pemberian obat bronkodilator secara efektif. Tujuan: EBN ini bertujuan menganalisis perbandingan frekuensi Nafas sebelum intervensi pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang menerima terapi Nebulizer dan kelompok kontrol tanpa terapi. Metode: EBN menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-post test control group. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran frekuensi Nafas dilakukan sebelum intervensi menggunakan instrumen observasi standar. Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan kondisi awal kedua kelompok sebelum pemberian terapi. Hasil: menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki rerata frekuensi Nafas sebesar 1,41 dengan SD 0,402, sedangkan kelompok kontrol memiliki rerata 1,06 dengan SD 0,109. Nilai p-value 0,002 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok sebelum intervensi dilakukan (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan kondisi awal responden tidak setara dan terdapat perbedaan tingkat gangguan perNafasan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kondisi awal frekuensi Nafas antara kelompok intervensi dan kontrol pada pasien PPOK. Evaluasi efektivitas terapi Nebulizer perlu mempertimbangkan kondisi baseline responden agar hasil penelitian lebih akurat.




