Strategi Perawatan Paliatif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Stadium Lanjut: A Mini-Review
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.789Keywords:
Perawatan Paliatif, Kanker Stadium Lanjut, Kualitas Hidup, Peran Perawat, Intervensi KeperawatanAbstract
Latar Belakang: Kemajuan terapi onkologi modern telah meningkatkan harapan hidup pasien kanker, namun fase lanjut tetap menyisakan beban gejala fisik dan psikospiritual yang kompleks. Integrasi perawatan paliatif seringkali terlambat karena stigma "akhir hayat" dan keterbatasan otonomi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis strategi perawatan paliatif terkini dan peran strategis perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain MiniReview deskriptif-analitis dengan penelusuran sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2026. Kriteria inklusi meliputi studi mengenai manajemen keperawatan paliatif, intervensi holistik non-farmakologi, dan penggunaan teknologi digital pada pasien kanker. Hasil: Sintesis terhadap enam studi terpilih mengidentifikasi dua domain utama strategi paliatif modern. Pertama, Transformasi Model Layanan Berbasis Perawat, yang menekankan kemandirian perawat sebagai pemimpin klinis, penggunaan asesmen kualitas hidup terstruktur (seperti IPOS), dan integrasi paliatif dini melalui model Enhanced Supportive Care (ESC). Kedua, Inovasi Intervensi Psikososial-Eksistensial dan Teknologi, yang mencakup edukasi kematian (death Education) untuk mencapai ketenangan eksistensial, intervensi berbasis diade (pasien-pengasuh), serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas aksesibilitas layanan. Kesimpulan: Strategi paliatif telah berevolusi dari perawatan terminal pasif menjadi model proaktif yang inklusif secara teknologi dan otonom bagi perawat. Implementasi strategi ini terbukti efektif menurunkan distres psikologis dan meningkatkan martabat pasien. Diperlukan penguatan pelatihan formal bagi perawat dan pengembangan protokol rujukan proaktif yang sensitif budaya untuk mengatasi tantangan implementasi di lapangan.




