Manajemen Fisioterapi pada Pasien dengan Kondisi Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD): Case Report
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.791Keywords:
Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Fisioterapi, Status Fungsional, Laporan Kasus, Latihan PernapasanAbstract
Secara global, COPD menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Data epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa COPD mempengaruhi lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia dan tetap menjadi penyebab kematian ketiga secara global. berdasarkan laporan WHO tahun 2024, COPD menyebabkan sekitar 3,5 juta kematian pada tahun 2021, yang setara dengan sekitar 5% dari seluruh kematian global. Studi terbaru menunjukkan bahwa pasien dengan COPD berat mengalami penurunan signifikan pada status fungsional yang dipengaruhi oleh kapasitas fisik, tingkat aktivitas, serta faktor psikologis. Penurunan status fungsional ini juga berkaitan dengan peningkatan perilaku sedentari dan rendahnya aktivitas fisik, yang selanjutnya memperburuk kapasitas fungsional serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Studi ini didesain sebagai single-patient case report yang mendeskripsikan proses fisioterapi yang runtut dan hasil assessment pada pasien dengan kondisi COPD. Laporan disusun berdasarkan panduan CARE (CAse REport) untuk memastikan transparansi dalam metodologi serta kelengkapan dalam laporan. Hasil: Perbaikan tersebut meliputi peningkatan kapasitas paru berdasarkan SBCT dari 15 menjadi 21, peningkatan kemampuan mobilitas berdasarkan IMS dari 1 menjadi 3, serta peningkatan ekspansi Thoraxs pada tiga titik pengukuran (axilla +2 cm, ICS 4 +1 cm, dan Xyphoid +1 cm). Kesimpulan: Pada pasien COPD dan berada dalam kondisi hemodinamik stabil, Manajemen fisioterapi yang meliputi latihan pernapasan, thoracic expansion exercise, latihan ekstremitas, dan mobilisasi bertahap selama empat sesi dapat dilakukan dengan aman dan menunjukkan perbaikan luaran fungsional.




