Perbandingan Pemberian Konsumsi Madu terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Desa Pangkalaseang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.796Keywords:
Kualitas Tidur, Lansia, MaduAbstract
Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dialami seseorang individu bisa dapat menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun, Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan pada lansia, dimana lansia sering mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sering terbangun di malam hari, serta tidak merasa segar saat bangun pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian konsumsi madu terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Pangkalaseang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan Pretest-Posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Pangkalaseang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling metode purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan konsumsi madu dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dengan analisis data menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki Mean Rank sebesar 32,50 dan Sum of Ranks 715,00, sedangkan kelompok kontrol memiliki Mean Rank sebesar 12,50 dan Sum of Ranks 275,00, dengan nilai Z sebesar -5,961 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi madu lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan tanpa intervensi, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.




