Hubungan Perasaan Tidak Berharga dengan Indikator Depresi pada Penduduk Dewasa di Sulawesi Utara: Analisis Data SKI 2023
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.798Keywords:
Depresi, Dewasa, Kesehatan Mental, Worthlessness, Rendah DiriAbstract
Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang semakin meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup individu. Salah satu gejala kognitif yang sering dikaitkan dengan depresi adalah perasaan tidak berharga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perasaan tidak berharga dengan indikator depresi pada populasi dewasa di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari SKI 2023 dengan kriteria responden berusia ≥ 18–59 tahun. Desain penelitian ini kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji Cramer’s V. Hasil menunjukkan bahwa proporsi depresi lebih tinggi pada responden yang memiliki perasaan tidak berharga dibandingkan yang tidak. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang (Cramer’s V = 0,4231). Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini aspek kognitif-emosional dalam pencegahan depresi di masyarakat.




