Efektivitas Edukasi Kspr Dengan Permainan Tradisional Ular Tangga Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Minat Kader Tentang Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi Di Desa Cipancar Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.803Keywords:
Kader Kesehatan, Kartu Skor Poedji Rochjati, Kehamilan Risiko Tinggi, Minat, Pengetahuan SikapAbstract
Kehamilan risiko tinggi masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematian
ibu. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi di
masyarakat, namun keterbatasan pengetahuan, sikap, dan minat kader dapat menghambat pelaksanaannya. Salah
satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran kader adalah melalui pemanfaatan Kartu Skor
Poedji Rochjati (KSPR) sebagai alat bantu skrining kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas pemberian KSPR terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan minat kader dalam
deteksi dini kehamilan risiko tinggi di wilayah Desa Cipancar. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen
dengan pendekatan pretest posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 kader kesehatan yang
dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 28 responden dengan teknik
total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan minat. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebelum intervensi seluruh kader pada kedua kelompok memiliki pengetahuan kurang dan minat negatif.
Setelah pemberian KSPR, kelompok intervensi mengalami peningkatan yang signifikan pada pengetahuan,
sikap, dan minat dengan nilai p = 0,0001. Hasil uji perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa
peningkatan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p =
0,0001). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian KSPR efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan
minat kader dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi, sehingga direkomendasikan sebagai media
pendukung pemberdayaan kader kesehatan di masyarakat.




