Analisis Perbedaan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus berdasarkan Jenis Kelamin di Provinsi Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.807Keywords:
Kepatuhan, DM, Pengobatan, Sulawesi UtaraAbstract
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengikuti anjuran dokter. Kepatuhan pengobatan menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 487 pasien diabetes melitus, terdiri atas 167 laki-laki dan 320 perempuan. Data yang diambil bersumber dari data sekunder SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 434 responden atau 89,12% patuh menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter, sedangkan 53 responden atau 10,88% tidak patuh. Berdasarkan jenis kelamin, tingkat kepatuhan pada laki-laki sebesar 88,02%, sedangkan pada perempuan sebesar 89,69%. Secara deskriptif, perempuan memiliki persentase kepatuhan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun, hasil uji statistik menunjukkan nilai Pearson Chi2(1) = 0,31 dengan P-Value = 0,578 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kepatuhan pengobatan. Dengan demikian, kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus di Provinsi Sulawesi Utara tidak ditentukan secara bermakna oleh jenis kelamin. Faktor lain seperti pengetahuan, dukungan sosial, gaya hidup, akses pelayanan kesehatan, dan motivasi pasien kemungkinan lebih berperan dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan.




