Hubungan Antara Kehamilan Beresiko Tinggi dengan Berat Badan Lahir Rendah dan Asfiksia Neonatorum

Authors

  • Desy Kusuma Wardana Poltekkes Kemenkes Malang
  • Retno Dumilah Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.808

Keywords:

Kehamilan Berisiko Tinggi, BBLR, Asfiksia Neonatorum

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia neonatorum. Kehamilan berisiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan komplikasi pada ibu dan bayi, seperti BBLR dan asfiksia neonatorum yang masih menjadi penyebab utama kematian neonatus. Deteksi dini menggunakan Skor Poedji Rochjati penting dilakukan untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis menggunakan teknik total sampling dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara kehamilan berisiko tinggi dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum, sehingga deteksi dini melalui skrining kehamilan berisiko penting dilakukan untuk mencegah luaran neonatal yang tidak optimal.

Published

2026-05-28

How to Cite

Wardana, D. K., & Dumilah, R. (2026). Hubungan Antara Kehamilan Beresiko Tinggi dengan Berat Badan Lahir Rendah dan Asfiksia Neonatorum. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1755–1768. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.808

Issue

Section

Articles