Hubungan Pola Asuh Orang Tua di Era Digital dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas pada Anak Prasekolah

Authors

  • Syalatifah Dinda Berliani Poltekkes Kemenkes Malang
  • Ibnu Fajar Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.817

Keywords:

Pola Asuh, GPPH, Anak Prasekolah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah di POS PAUD Nurul Huda Kota Malang. Munculnya kecenderungan gangguan perilaku berupa kesulitan konsentrasi dan hiperaktivitas pada anak usia dini menjadi isu kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan bagi praktisi kesehatan maupun pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 48 anak usia 3–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ACTRS (Abbreviated Conners’ Teacher Rating Scale) dalam buku SDIDTK dan kuesioner pola asuh orang tua di era digital berdasarkan Parental Mediation Theory. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah dengan nilai p value = 0,00 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua di era digital dengan risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak prasekolah.

Published

2026-05-28

How to Cite

Berliani, S. D., & Fajar, I. (2026). Hubungan Pola Asuh Orang Tua di Era Digital dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas pada Anak Prasekolah. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1787–1795. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.817

Issue

Section

Articles