Pengetahuan HIV/AIDS Berhubungan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMPN 1 Mlati Sleman Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.833Keywords:
Pengetahuan, Sikap Pencegahan, HIV/AIDS, RemajaAbstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional dengan jumlah kasus yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena berada pada fase perkembangan dengan mobilitas sosial tinggi, rasa ingin tahu yang besar, serta paparan informasi dan lingkungan yang beragam. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi, termasuk Kecamatan Mlati yang mengalami peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan HIV/AIDS sejak usia remaja melalui peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap pencegahan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMPN 1 Mlati Sleman. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 255 siswa-siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total 70 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dengan hasil penelitian menunjukkan tingkat Pengetahuan tentang HIV/AIDS berada di kategori baik yaitu sebanyak 51 responden (72,9%), kategori buruk sebanyak 19 responden (27,1%). Sikap pencegahan HIV/AIDS siswa berada di kategori positif yaitu sebanyak 45 responden (64,3%), kategori negatif sebanyak 25 responden (35,7%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,004 (p < 0,05). terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja SMPN 1 Mlati Sleman. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk sikap individu. Pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS akan mendorong terbentuknya sikap positif terhadap upaya pencegahan.




