Asuhan Keperawatan pada Ibu Post Sectio Caesarea dengan Menyusui Tidak Efektif melalui Pijat Oketani: Studi Kasus
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.839Keywords:
Menyusui Tidak Efektif, Pijat Oketani, Ibu Post Sectio Caesarea, Produksi ASI, Asuhan KeperawatanAbstract
Latar belakang: Menyusui tidak efektif merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada ibu postpartum, terutama pada ibu dengan persalinan sectio caesarea, yang dapat berdampak pada ketidakcukupan nutrisi bayi. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh produksi ASI yang belum lancar, bendungan payudara, serta keterlambatan kontak ibu dan bayi. Upaya intervensi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada ibu postpartum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif melalui pemberian pijat Oketani. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berbasis Evidence Based Nursing Practice (EBNP). Subjek penelitian adalah satu orang ibu postpartum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi yang diberikan berupa pijat Oketani selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit sebanyak 2 kali sehari. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI secara bertahap, yaitu dari 45 ml pada hari pertama menjadi 100 ml pada hari kedua dan meningkat menjadi 155 ml pada hari ketiga. Selain itu, terjadi penurunan bendungan payudara, peningkatan kenyamanan ibu, serta peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Hal ini menunjukkan bahwa pijat Oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI dan mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea. Kesimpulan: Penerapan pijat Oketani sebagai intervensi keperawatan berbasis Evidence Based Nursing Practice (EBNP) efektif dalam meningkatkan produksi ASI, mengurangi bendungan payudara, serta meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif.




