Evaluasi Pemerataan Implementasi Program Kesehatan Kerja pada Pekerja Outsourcing di PT Dutagaruda Piranti Prima
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.844Keywords:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kesehatan Kerja, OutsourcingAbstract
Pekerja Outsourcing memiliki karakteristik penempatan kerja yang beragam sehingga berpotensi mengalami perbedaan akses terhadap program kesehatan kerja yang disediakan perusahaan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan kesehatan kerja yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemerataan implementasi program kesehatan kerja pada pekerja Outsourcing di PT Dutagaruda Piranti Prima serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Departemen Health, Safety, and Environment (HSE), serta dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan program kesehatan kerja yang meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Program Medical Check Up (MCU), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Return To Work (RTW) dapat diakses oleh seluruh pekerja Outsourcing tanpa membedakan lokasi penempatan kerja. Namun, program seperti donor darah dan olahraga rutin serta kegiatan pengukuran lingkungan kerja masih lebih terfokus pada kantor pusat sehingga pemerataan implementasinya belum optimal.




