Hubungan Self Management dengan Konflik Kerja pada Perawat

Authors

  • Zurista Anisatul Ummah Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Suratmi Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Masunatul Ubudiyah Universitas Muhammadiyah Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.850

Keywords:

Konflik Kerja, Perawat, Rumah Sakit, Self Management

Abstract

Konflik kerja perawat masih banyak ditemui di lingkungan rumah sakit dan dapat berdampak serius terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Konflik ini kerap muncul akibat tekanan kerja, perbedaan persepsi antar tim, serta kurangnya kemampuan dalam mengelola stres dan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan Self Management dengan konflik kerja pada perawat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional menggunakan instrumen kuesioner Skills (SCMS) dan kuesioner konflik kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 di RSUD Soegiri Lamongan. Sampel sebanyak 117 perawat dipilih melalui teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Self Management dan konflik kerja (p = 0,000; r = -0,394), yang berarti semakin tinggi kemampuan Self Management maka semakin rendah tingkat konflik kerja. Faktor konflik kerja yang paling dominan adalah interdependensi aktivitas kerja, sementara aspek Self Management yang paling berpengaruh adalah kemampuan self monitoring. peningkatan kemampuan Self Management, khususnya dalam aspek pemantauan diri dan pengendalian stres, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

Published

2026-07-14

How to Cite

Ummah, Z. A., Suratmi, S., & Ubudiyah, M. (2026). Hubungan Self Management dengan Konflik Kerja pada Perawat. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 209–216. https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.850

Issue

Section

Articles